Rabu, 13 Januari 2016

Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografi. 

Yang semula informasi permukaan bumi disajikan dalam bentuk peta yang dibuat secara manual, maka dengan hadirnya Sistem Informasi Geografi (SIG) informasi-informasi itu diolah oleh komputer, dan hasilnya berupa peta digital. Sistem Informasi Geogafi (SIG) mampu menyajikan keaslian dan kelengkapan sebuah informasi dibandingkan cara-cara yang digunakan sebelumnya.

Sistem informasi geografi menyimpan data sesuai dengan data aslinya. Walaupun demikian, agar data yang disimpan itu akurat, maka data yang dimasukkan haruslah data yang akurat. Sistem Informasi Geografi (SIG) akan memberikan informasi yang kurang akurat bila data yang dimasukkan merupakan data yang meragukan.

Selain berperan sebagai alat pengolah data keruangan, sistem informasi geografi juga mampu menyajikan informasi mengenai sumber daya yang dimiliki oleh suatu ruang atau wilayah tertentu. Dengan demikian, sistem informasi geografi tidak hanya befungsi sebagai “alat pembuat peta”, tetapi lebih jauh dari itu. Sistem
 informasi geografi mampu menghasilkan suatu sistem informasi yang aplikatif, yang dapat digunakan oleh perencana atau oleh pengambil keputusan untuk kepentingan pengolahan sumber daya yang ada di suatu wilayah.

Kajian tentang pemetaan sangat penting dalam pelajaran Geografi, karena kajian-kajiannya berkaitan dengan ruang di permukaan bumi akan berhubungan dengan persebaran, jarak, letak, fungsi dan potensi, dan objek serta interaksi antarobjek di permukaan bumi sehingga objek-objek geografi perlu digambar pada bidang datar yang disebut peta. Perkembangan informasi akan data keruangan di era kemajuan IPTEK ini semakin dibutuhkan karena membutuhkan data yang akurat, praktis, dan efisien. Dengan demikian, muncullah apa yang dinamakan Sistem Informasi Geografi (SIG).

Istilah Sistem Informasi Geografi (SIG) banyak digunakan dan tidak asing lagi di kalangan ahli geografi (geograf), yaitu proses pembuatan peta digital dengan menggunakan komputer. Namun, pada intinya, SIG tidak hanya digunakan untuk membuat peta saja, melainkan lebih dari itu, SIG digunakan dalam pengolahan data keruangan dengan menggunakan komputer.

Apa Itu Pengindraan Jauh?

Pengertian Pengindraan jauh - Suatu ilmu, seni, dan teknik dalam usaha mengetahui benda, dan gejala dengan cara menganalisis objek dan arah tanpa adanya kontak langsung dengan benda, gejala, dan objek yang dikaji. Pengambilan data dalam pengindraan jauh dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan sensor buatan. Tidak adanya kontak dengan objek yang dikaji maka pengindraan dilakukan dari jarak jauh sehingga disebut pengindraan jauh.

Ada beberapa istilah dalam bahasa asing yang sering digunakan untuk pengindraan jauh. Di negara Inggris, pengindraan jauh dikenal dengan remote sensing, di negara Prancis dikenal dengan teledection, di negara Spanyol disebut sensoria remote, di negara Jerman disebut femerkundung, dan di negara Rusia disebut distansionaya. Di Indonesia pengindraan jauh lebih dikenal dengan remote sensing.

Apa Saja Jenis-Jenis Peta?

Jenis-jenis Peta - Menurut jenisnya, peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

Baca Juga : Pengertian Peta

a. Jenis Peta Berdasarkan Skalanya

1) Peta teknik/kadaster, yaitu peta yang berskala 1 : 100 s.d. 1 : 5000.

2) Peta berskala besar, 1 : 5.000 s.d. 1 : 250.000.

3) Peta berskala medium, 1 : 250.000 s.d. 1 : 500.000.

4) Peta berskala kecil, 1 : 500.000 s.d. 1.000.000.

b. Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek

1) Peta dinamik, yaitu peta yang menggambarkan labil atau meningkat. Misalnya peta transmigrasi atau urbanisasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.

2) Peta stasioner, yaitu peta yang menggambarkan keadaan stabil atau tetap. Misalnya, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.

c. Jenis Peta Topografi

Yang dimaksud peta topografi adalah peta yang menggambarkankonfigurasi permukaan bumi. Peta ini dilengkapi denganpenggambaran, antara lain, perairan (hidrografi), kebudayaan, dan sebagainya.

d. Jenis Peta Statistik

1) Peta statistik distribusi kualitatif, adalah peta yangmenggambarkan kevariasian jenis data, tanpa memperhitungkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya.

2) Peta statistik distribusi kuantitatif, adalah peta yang menggambarkan jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase atau pun frekuensi. Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.

e Jenis Peta Berdasarkan Fungsi atau Kepentingan

Berdasarkan fungsi atau kepentingannya, peta dapat dibedakan menjadi:

1) peta geografi dan topografi;

2) Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;

3) peta lalu lintas dan komunikasi;

4) peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;

5) peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;

6) peta cuaca dan iklim;

7) peta ekonomi dan statistik.


Pengertian Peta

Pengertian peta ialah merupakan gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas. Secara umum, peta berfungsi untuk:

a) menunjukkan lokasi pada permukaan bumi;

b) menggambarkan luas dan bentuk berbagai gejala, baik gejala alamiah maupun gejala insaniah;

c) menentukan arah serta jarak suatu tempat;

d) menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat;

e) menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan nonalami;

f) melukiskan luas dan pola;

g) memungkinkan pengambilan kesimpulan dari data atau informasi yang tersaji, serta;

h) memperlihatkan gerak perubahan dan prediksi dari pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.

Baca juga : Jenis-jenis Peta

Apa Pengertian Sumber Daya Alam?

Yang dimaksud sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat digunakan untuk kepentingan hidupnya. Bagi manusia, hakikat sumber daya alam sangat penting baik sumber daya alam yang berupa benda hidup (hayati) maupun yang berupa benda mati (non hayati). Kedua macam sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suatu negara yang banyak sumber daya alamnya maka negara tersebut akan menjadi negara yang kaya. Pemanfaatan sumber daya alam ditentukan berdasarkan kegunaan sumber daya alam tersebut bagi manusia. Oleh karena itu, nilai suatu sumber daya alam juga ditentukan oleh nilai kemanfaatannya bagi manusia. Misalnya lahan pertanian yang subur dapat dijadikan daerah pertanian yang potensial.

Manusia (penduduk) suatu negara merupakan sumber daya bagi negara tersebut karena manusia dapat memberikan manfaat bagi negaranya, seperti tenaga kerja, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dapat meningkatkan ekonomi negara. Itulah pengertian sumber daya alam menurut  ilmu geografi.

Pengertian Antroposfer

Antroposfer berasal dari kata latin antropos yang berarti manusia dan spaira yang berarti lingkungan. Jadi, antroposer artinya lingkungan bagian dari bumi yang dihuni manusia. Pembahasan hubungannya dengan antroposfer sangat luas misalnya tentang kependudukan, pemukiman, dan lingkungan hidup.

Apa Itu Taiga?

Taiga adalah hutan pohon pinus yang daunnya seperti jarum. Pohon-pohon yang terdapat di hutan taiga misalnya konifer, terutama pohon spruce (picea), alder (alnus), birch (betula), dan juniper (juniperus). Daerah taiga merupakan bioma yang hanya terdiri atas satu spesies pohon. Taiga kebanyakan terdapat di belahan bumi bagian utara (Siberia Utara, Rusia, Kanada Tengah dan Utara), dengan masa pertumbuhan pada musim panas berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Penyebaran fauna atau hewan darat terutama binatang menyusui banyak ditentukan oleh rintangan alam dan sebagian adanya hubungan antara daratan-daratan. Itulah pengertian Taiga.

Pengertian Biosfer/Lapisan Tempat Makhluk Hidup - Ditinjau dari epistemologinya, istilah biosfer terdiri atas dua kata, yaitu bios yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, secara harfiah biosfer berarti lapisan hidup, artinya lapisan tempat makhluk hidup atau organisme.

Biosfer adalah lapisan lingkungan di permukaan bumi, air, dan atmosfer yang mendukung kehidupan organisme. Jadi, pada biosfer merupakan ruang hidup bagi tumbuhan, hewan, dan manusia. Biosfer yang meliputi tanah, air, dan udara merupakan lapisan tipis, yakni sekitar 8 km ke arah atmosfer dan 9 km ke arah kedalaman laut. Sejauh yang diketahui manusia, hanya pada lapisan biosfer inilah dijumpai adanya kehidupan organisme.

Persebaran makhluk hidup di permukaan bumi tidak merata. Persebaran itu tergantung pada beberapa faktor seperti berikut.

a. Perbedaan iklim (klimatik), suhu, curah hujan, kelembapan, dan angin.

b. Keadaan tanah (edafik), humus tanah, ukuran butir tanah (tekstur), tingkat kegemburan, mineral hara (mineral organik), air tanah, dan kandungan udara.

c. Tinggi rendahnya permukaan bumi (relief), mempengaruhi pola penyinaran matahari (disebut juga faktor fisiografi).

d. Tindakan manusia (faktor biotik) mengubah bentangan alam yang sudah ada. Misalnya tanah tandus menjadi daerah hutan, hutan menjadi daerah pertanian, dan dengan kemajuan teknologi modern manusia mampu melestarikan kehidupan flora dan fauna.

Jenis flora di daerah tropis, banyak jenisnya, seperti yang diutarakan oleh Van Steenis. Di sini hidup tumbuhan tropis yang digolongkan hutan tropis berupa hutan belantara. Yang sangat terkenal ialah hutan belantara Amazone di Brasil dan hutan belantara kita di Indonesia ini. Mengapa? Karena kawasan hutan kita termasuk hutan lindung yang menjadi paruparu dunia. Apakah artinya? Kawasan hutan kita oleh PBB dijadikan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional atau Central of International Forestry Research (CIFOR), yaitu kawasan hutan tropis di Kalimantan dan Sulawesi. Jenis flora di daerah sedang, antara lain tumbuh-tumbuhan mediteran (Laut Tengah) di belahan bumi utara dan selatan. Tumbuhan paling terkenal ialah apel. Jenis flora di daerah dingin ialah daerah taiga dengan tumbuhan berdaun jarum dan daerah tundra atau padang lumut. Jenis flora tropis sebenarnya dapat digolongkan flora tropis humide (basah) seperti sudah diterang kan tersebut di atas dan flora tropis aride (kering) seperti daerah gurun, sabana, dan stepa. Jenis flora di daerah gurun tidak banyak macamnya. Di daerah oase atau wahak yang menonjol jenis kaktus dan kurma. Di daerah sabana (campo atau pampa di Amerika) adalah jenis semak-semak saja. Di daerah stepa tumbuh jenis padang rumput kering. Di daerah sabana dan stepa sangat baik untuk budi daya peternakan sapi dan biri-biri.

Rabu, 18 September 2013

Pengertian Ekologi dan Ekosistem

Semua organisme, tidak peduli ukuran mereka, spesies mereka atau di mana mereka tinggal, perlu berinteraksi dengan organisme lain dalam ‘lingkungan’ mereka dan dengan lingkungan mereka untuk bertahan hidup.

Bayangkan seekor tikus negara kecil yang berhasil menyelinap ke dapur. Hal ini untuk menghindari predator (misalnya manusia dan kucing), bersaing dengan hewan lain (seperti semut dan manusia) dan juga dengan mikroba (bakteri dan jamur) untuk makanan di dapur. Hal ini juga harus melawan elemen. Hidup itu akan terpengaruh oleh hal-hal seperti suhu, kelembaban dan ketersediaan air dan oksigen sementara di dalam dapur. Kemudian mungkin menghadapi kondisi cuaca yang keras dan predasi ketika ia pergi di luar dengan makanan.

Ekologi adalah studi ilmiah tentang interaksi antara organisme dan lingkungannya. Dalam contoh di atas, itu adalah studi tentang interaksi kita lihat antara negara mouse dan sekitarnya. Istilah ini berasal dari ‘studi rumah’ yunani, yaitu studi tentang tempat kami tinggal masuk.

Ruang lingkup ekologi sangat besar, dan itu mencakup semua organisme hidup di bumi dan lingkungan fisik dan kimianya. Untuk alasan ini, lapangan biasanya dibagi menjadi berbagai tingkat pendidikan termasuk: ekologi organisme, ekologi populasi, ekologi komunitas dan ekologi ekosistem. Untuk membantu kita memahami istilah-istilah ini, mari kita gunakan sebagai contoh buaya ini nongkrong di sebuah rawa di South Carolina.

Organisme Ekologi

organisme Ekologi melihat bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan mereka, yang terdiri dari biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) komponen. Pertimbangkan faktor biotik dan abiotik yang mempengaruhi biaya. Pada tingkat organisme, ekologi melihat bagaimana organisme yang disesuaikan dengan komponen hidup dan non-hidup lingkungan mereka Misalnya, karena buaya yang berdarah dingin, perlu memaksimalkan siang hari menyerap panas dari matahari, sehingga tergantung dari di tepi rawa menyerap sinar (adaptasi perilaku).

Sambil berburu, terutama saat dingin maupun mendung hari, buaya akan bergerak sangat lambat dan mampu menahan nafas di bawah air selama hampir satu jam menunggu mangsanya (adaptasi fisiologis). Buaya telah mengembangkan mata dan hidung di atas kepala mereka (adaptasi morfologi) sehingga mereka dapat menyembunyikan tepat di bawah permukaan namun masih bisa untuk melihat keluar untuk mangsa / predator.

Populasi Ekologi

Populasi adalah sekelompok individu yang berasal dari spesies yang sama dan tinggal di wilayah geografis yang sama pada waktu tertentu. Mereka menggunakan sumber daya alam yang sama dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang serupa. Populasi ekologi meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk (jumlah individu dalam suatu daerah atau volume) dan distribusi (bagaimana menyebar keluar individu), pada dasarnya bagaimana populasi berubah seiring waktu. Sebagai contoh, apa yang akan terjadi pada penduduk buaya di rawa jika populasi lele menurun karena penyakit, atau jika yang baru, bersaing predator diperkenalkan ? Dengan melihat kelahiran dan angka kematian dari populasi tertentu, ekologi dapat menentukan daya dukung (jumlah maksimum individu) habitat dapat mendukung. Hal ini membantu untuk menentukan misalnya apakah spesies akan berkembang di daerah tertentu, jika terancam atau jika jumlahnya harus dikontrol agar spesies lain untuk berkembang dan sumber daya untuk pulih kembali. Daya dukung manusia Bumi diperkirakan sekitar 12 miliar. Pada tahun 2011, penduduk Bumi diyakini telah mencapai 7 miliar dan terus tumbuh secara eksponensial!

Komunitas Ekologi

Sebuah komunitas biologis terdiri dari dua atau lebih populasi spesies yang berbeda menghuni wilayah geografis tertentu. Ekologi komunitas melihat interaksi antara populasi (misalnya kompetisi, predasi). Salah satu cara untuk mewakili hubungan ini adalah melalui jaring makanan, yang menunjukkan predator dan mangsanya. Mari kita perhatikan web makanan rawa sebagai contoh.

Jaring Makanan

Dalam komunitas rawa ini, buaya adalah predator puncak. Ini bersaing dengan bangau dan penyu gertakan untuk makanan karena mereka semua makanan kecil saham (lele misalnya dan invertebrata), tetapi juga memangsa mereka. Bebek, lele, invertebrata dan ular semua konsumen utama karena mereka adalah herbivora dan mereka memakan tanaman (produsen) dalam rantai makanan. Nematoda di bagian bawah jaring makanan berfungsi sebagai detritivores, membersihkan benda mati di bagian bawah rawa.

Ekologi ekosistem

Suatu ekosistem terdiri dari semua komunitas yang hidup di daerah yang sama ditambah faktor abiotik yang mempengaruhi mereka (misalnya salinitas, iklim). Ekosistem utama yang didefinisikan oleh geografi yang sama, iklim dan satwa liar, disebut bioma. Contoh bioma meliputi gurun, hutan, sabana, laut tropis dan lahan basah seperti rawa kami.

Ekologi ekosistem meliputi aspek semua sub-bidang lainnya dijelaskan di atas. Ini terlihat pada hal-hal seperti bagaimana nutrisi di daur ulang dalam ekosistem, ketersediaan air dan aliran energi dalam rantai makanan. Pemahaman tentang komponen hidup dan non-hidup yang membentuk suatu ekosistem sangat penting dalam biologi konservasi dan upaya pemulihan habitat. Sebuah contoh dari upaya mengatakan sedang berlangsung di Everglades Florida untuk kembali habitat buaya ini untuk kejayaan.

Minggu, 09 Juni 2013

Alat-alat Pengukur Cuaca dan Iklim

Alat-alat Pengukur Cuaca dan Iklim - Mengukur cuaca dan iklim diperlukan beberapa alat yang di desain dan dibuat khusus, seperti berikut ini.

1. Alat Pengukur suhu Udara



Alat pengukur suhu udara yaitu termometer, biasanya didalam termometer terdapat air raksa yang berfungsi untuk menunjukkan tinggi rendahnya suhu. Alat ini dapat diletakkan pada dinding atau dibawa dan selanjutnya alat ini akan menunjukkan suhu udara pada suatu tempat.

2. Alat pengukur tekanan udara


Alat pengukur tekanan udara yaitu Barometer, alat ini dapat diletakkan pada suatu tempat atau dibawa dan selanjutnya akan menunjukkan besarnya tekanan udara pada suatu tempat.

3. Alat pengukur kelembapan udara


Alat pengukur kelembapan udara yaitu Barometer, alat ini dapat diletakkan pada suatu tempat dan selanjutnya akan menunjukkan kelembapan udaranya.

4. Alat pengukur kecepatan angin

Alat pengukur kecepatan angin disebut anemometer. Alat ini diletakkan pada suatu tempat yang terbuka dan selanjutnya karena hembusan angin alat ini akan menunjukkan arah angin dan kecepatannya.

5. Alat pengukur curah hujan

Alat pengukur cuaca yang terakhir yaitu untuk mengukur curah hujan yang disebut Fluviometer. Alat ini diletakkan pada tempat yang terbuka dan diusahakan agar air lain tidak masuk kedalam alat ini. Alat ini akan menghitung banyaknya curah hujan harian, bulanan, maupun tahunan.


Senin, 06 Mei 2013

Pengertian dan Unsur-unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim - Cuaca dan iklim merupakan dua hal yang saling berkaitan. Adanya cuaca memungkinkan untuk terjadinya keragaman iklim. Adanya keragaman iklim terjadi karena perbedaan cuaca di berbagai tempat.


Pengertian dan Jenis-jenis Pelapukan


Pengertian dan Jenis-jenis Pelapukan – Makhluk hidup dan penyinaran Matahari mempunyai peranan yang penting dalam perubahan bentuk muka Bumi, terutama adanya pelapukan-pelapukan batuan. Pelapukan adalah proses hancurnya batuan pada kulit Bumi. Pelapukan merupakan bagian dari proses Denudasi.

Selasa, 09 April 2013

Pengertian Pertanian Tanah Kering

Pengertian Pertanian Tanah Kering - Pertanian Tanah Kering adalah suatu sistem pertanian di atas suatu lahan dengan ketersediaan air yang tidak berlebihan namun cukup untuk kelangsungan hidup tanaman pertanian. 

Pengertian Pertanian Tanah Basah (Sawah) -  Pertanian Tanah Basah (Sawah) tujuan utamanya adalah untuk penanaman padi dan Palawija. Arti dari pertanian tanah basah sendiri yaitu suatu sistem pertanian di atas suatu lahan yang menghendaki lahan yang digunakan selalu dalam keadaan basah dan tercukupi kebutuhan airnya untuk kelangsungan hidup tanaman pertanian. Untuk menjamin ketersediaan air pada pertanian tanah basah, para petani mengusahakan suatu sistem pengairan yang dikenal dengan irigasi. 

Rabu, 20 Maret 2013

Syarat-syarat dan Komponen pembuatan peta – Peta yang baik adalah peta yang dapat memberikan informasi secara jelas bagi penggunanya. Peta yang demikian harus memberikan informasi tentang keadaan suatu wilayah dengan benar. 

Pengertian dan Jenis-jenis Peta

Pengertian dan Jenis-jenis PetaPeta adalah semacam denah, tetapi biasanya menggambarkan wilayah yang lebih luas di permukaan Bumi, misalnya wilayah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan negara. Jadi peta adalah gambaran umum (konvensional) dari sebagian atau seluruh permukaan Bumi dan kenampakannya apabila dilihat dari atas yang digambarkan pada bidang datar dan skala tertentu dan menggunakan simbol-simbol tertentu. 



Selasa, 19 Maret 2013

Pengertian dan Ciri-ciri Rawa

Pengertian dan Ciri-ciri Rawa – Rawa adalah daerah rendah yang selalu tergenang air baik dari air hujan, air tanah atau air permukaan lainnya dan tidak ada jalan untuk pelepasan airnya secara lancar. Rawa biasanya berada di daerah pantai

Pengertian dan jenis-jenis danau

Pengertian dan jenis-jenis danaudanau adalah genangan air yang terdapat dicekungan yang luas. Air tersebut dapat berasal dari air sungai, mata air, gletser atau air hujan

Pengertian dan Jenis-jenis Sungai

Pengertian dan Jenis-jenis Sungaisungai adalah bagian yang lebih rendah dari daerah di sekitarnya sehingga menjadi tempat aliran air dari mata air menuju ke laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar. Sepanjang aliran sungai, air tidak hanya mengalir, tetapi juga melakukan kegiatan pengikisan, pengangkutan dan pengendapan. Ketiga kegiatan tersebut dipengaruhi oleh kemiringan aliran sungai, volume air sungai, dan kecepatan aliran sungai. 

Pengertian Siklus hidrologi

Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat,tetapi dapat mengalami perubahan. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu, karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran.